Mengenal Nabi Muhammad SAW Pada Masa Kanak - Kanak

Mengenal Nabi Muhammad SAW Pada Masa Kanak - Kanak


Muhammad Dalam Asuhan

1. Muhammad di bawah asuhan Halimah
Kebiasaan bangsa Arab menyusukan anak - anaknya diserahkan kepada wanita - wanita desa di desanya agar menjadi anak yang cerdas, karena lingkungan di sekitarnya dan udaranya masih segar.

Wanita Bani Sa'ad terkenal sebagai pengasuh dan penyusuan anak - anak kota. Datanglah Halimah Sa'diyah ke rumah Aminah, agar ia dapat menyusukan Muhammad. Aminah pun kemudian menyerahkan Muhammad kepada Halimah Sa'diyah, setelah sebelumnya selama tiga hari disusukan oleh Aminah sendiri.

Kasih dan sayang Halimah Sa'diyah kepada Muhammad sama dengan kasih sayang yang diberikan kepada anak - anaknya sendiri, bahkan Muhammad lebih dicintai.

Untuk menghilangkan rasa rindu Aminah kepada anaknya beliau sering berkunjung ke rumah Halimah Sa'diyah. Begitu juga Halimah Sa'diyah, setiap kali ia berkunjung ke Makkah tak lupa membawa Muhammad.

Selama menjadi pengasuh Muhammad, kehidupan keluarga Halimah Sa'diyah bertambah baik, begitu juga kegembiraan anak - anaknya.

Setelah empat tahun dalam asuhan Halimah Sa'diyah, dengan berat hati Muhammad dikembalikan ke pangkuan ibunya di kota Makkah.

2.Muhammad di bawah asuhan ibu dan kakeknya
Sesudah Halimah Sa'diyah mengembalikan Muhammad kepada ibunya, maka mulai saat itu Muhammad berada di tengah - tengah keluarganya.

Ibunya langsung mendidik dan mengasuh Muhammad dengan penuh kasih sayang. Tatkala Muhammad berusia 6 tahun, ia dibawa oleh ibunya ke Yastrib (Madinah) untuk berziarah ke kubur ayahnya dan mengunjungi sanak saudaranya.

Dalam perjalanan ke Madinah itu, Ummu Aiman pembantu pembantu yang setia ikut serta. Setelah kembali dari Madinah, dalam perjalanan menuju Makkah, di sebuah desa yang bernama Abwa, tiba - tiba ibunya jatuh sakit. Kemudian mereka beristirahat beberapa hari di sana. Dengan kekuasaan Allah, akhirnya ibunya meninggal dunia dan dimakamkan disana.

Kini Muhammad telah menjadi yatim piatu. Beberapa hari kemudian, setelah ibunya dimakamkan, Ummu Aiman dan Muhammad  kembali ke Makkah. Sesampainya di Makkah, Ummu Aiman menceritakan peristiwa meninggalnya Aminah kepada keluarga Abdul Muthalib. Kemudian Muhammad diserahkan kepada kakeknya.

Sebagai pembantu rumah tangga yang setia, Ummu Aiman tetap ikut mengasuh Muhammad sampai dewasa. Abdul Muthalib mengasuhnya dengan penuh kasih sayang.

3. Muhammad dibawah asuhannya pamannya Abu Thalib
Abdul Muthalib, kakek Muhammad adalah seorang pemimpin di kota Makkah yang sangat berwibawa dan berpengaruh di kota Makkah dan di kalangan suku Quraisy.

Tetapi sayang, kakeknya tidak lama mengasuh Muhammad. Kakeknya yang mulia itu meninggal pada saat Muhammad berusia 8 tahun.

Selanjutnya Muhammad diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Sekarang Abu Thalib mengambil alih tanggung jawab untuk mengasuh Muhammad. Abu Thalib sangat menyayangi Muhammad seperti anaknya sendiri dan Abu Thalib juga melindungi Muhammad dari ancaman orang - orang Quraisy Jahiliyah.

Pekerjaan utama Abu Thalib adalah berdagang ke Syam. Ia adalah orang yang sangat disegani dan dihormati di kalangan suku Quraisy.

4. Sifat - sifat Muhammad
Sejik kecil Muhammad sudah terbiasa memelihara domba - domba. Pada saat diasuh oleh Halimah Sa'diyah, ketika Muhammad bersama anak Halimah Sa'diyah menggembalakan dombanya, malaikat telah datang dan mengeluarkan sifat yang buruk dan memasukkan sifat yang baik ke dalam dada Muhammad.

Jadi mulai saat itu Muhammad telah mempunyai pendirian yang teguh dan kuat. Tingkah laku dan perbuatan Muhammad selalu dalam perlindungan Allah SWT, oleh karena itu Muhammad memiliki sifat yang sangat terpuji.

Beberpa sifat terpuji yang dimiliki Muhammad antara lain :
  1. Tidak mau menyembah berhala
  2. Memiliki akhlak yang mulia
  3. Memiliki kesabaran dan ketabahan
  4. Memiliki kecerdasan dan cepat menyelesaikan pekerjaan
  5. Suka memaafkan kesalahan teman dan lawan
  6. Mau bergaul dengan siapa pun juga, sekalipun dengan orang miskin
  7. Murah hati dan suka memberi kepada orang yang tidak punya
  8. Tidak mau berbuat maksiat, seperti berjudi, minum - minuman keras dan tidak mau berfoya - foya seperti pemuda - pemuda lain yang sebaya dengannya
  9. Tidak sombong dan tidak gila hormat
  10. Jujur dan dapat dipercaya
  11. Suka mendo'akan orang yang tersesat dan orang - orang yang terkena musibah agar mereka diberi hidayah dari Allah SWT

Kejadian - Kejadian Luar Biasa
  • Pada tahun Muhammad dilahirkan, ada seorang raja dari negeri Yaman bernama Abrahah dan bala tentaranya  dengan mengendarai gajah, ia bermaksud menghancurkan Ka'bah (Baitullah). Abdul Muthalib sebagai penjaga dan pemelihara Ka'bah tidak dapat menolak maksud Raja Abrahah tersebut. Abdul Muthalib hanya dapat berdo'a dan berserah diri kepada Allah SWT. Kemudian datanglah sepasukan burung ababil dengan membawa kerikil - kerikil yang dilemparkan kepada pasukan Raja Abrahah tersebut. Raja Abrahah dan pasukannya akhirnya meninggal. Peristiwa ini merupakan isyarat akan datangnya kerasulan Muhammad yang lahir bersamaan dengan datangnya peristiwa ini. Hal ini juga melambangkan hancurnya kemungkaran dan kebathilan.
  • Ketika mendekati usia 4 tahun, Muhammad mengalami peristiwa yang luar biasa. Pada saat Muhammad sedang menggembala kambing milik Halimah Sa'diyah, ia didatangi oleh dua malaikat. Kedua malaikat tersebut kemudian membaringkan Muhammad. Dada Muhammad dibelah, kemudia kedua malaikat tersebut membuang sifat - sifat kotor dan memasukkan sifat - sifat baik ke dalam dada Muhammad. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Muhammad memiliki lahir batin yang suci dan bersih. Hatinya penuh dengan keimanan, sesuai tugasnya kelak menjadi seorang Nabi dan Rasul.
  • Ketika Muhammad berusia 12 tahun, pada saat mengikuti pamannya Abu Thalib berdagang ke negeri Syam, kafilahnya bertemu dengan seorang pendeta Nasrani bernama Bukhaira. Pendeta ini melihat tanda - tanda kenabian pada diri Muhammad. Pendeta Bukhaira juga mengatakan, bahwa suatu hari Muhammad akan menjadi seorang Nabi yang membawa rahmat pada seluruh alam.
  • Muhammad dilahirkan dalam keadaan Ummi, yang artinya tidak dapat menulis dan membaca. Tapi sebagai seorang yang kelak akan menjadi pembimbing manusia, Muhammad memiliki kemampuan jiwa yang besar, pikiran yang cerdas, besar dan keras kemauan dan cepat tanggap. Segala pengalaman hidupnya, mendapat pengolahan yang sempurna dalam jiwanya. Muhammad merasakan kesedihan masyarakatnya, Muhammad prihatin atas kebejatan moral dan kehancuran agamanya. Muhammad ingin mengangkat martabat manusia dari lembah dosa. Semua ini menunjukkan tanda -tanda kerasulannya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengenal Nabi Muhammad SAW Pada Masa Kanak - Kanak"

Post a Comment